Dua Kades Akhirnya Berdamai: Sepakat Mendukung Program Swasembada Pangan

MEDIAPAGI.CO.ID, PALI – Polemik program cetak sawah di Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang sempat memanas antara Desa Kota Baru dan Desa Tanding Marga, akhirnya berujung damai. Isu dugaan pencaplokan lahan yang ramai diperbincangkan ternyata dipastikan hanya dipicu oleh miskomunikasi antar pihak.

Kabar menyejukkan ini muncul setelah digelarnya pertemuan resmi pada Rabu (18/2/2026) yang mempertemukan Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Kepala Desa Tanding Marga, Kepala Desa Kota Baru, serta perwakilan Koramil Pendopo.

Kepala Desa Tanding Marga, A. Rifai, membeberkan bahwa persoalan bermula dari adanya warga Tanding Marga yang memiliki lahan berbatasan dengan Desa Kota Baru. Warga tersebut meminta agar lahannya dimasukkan dalam pelaksanaan program cetak sawah di Desa Kota Baru, padahal secara administratif lahan itu masih berada di wilayah Desa Tanding Marga.

Permintaan tersebut sempat diiyakan oleh Kepala Desa Kota Baru, sehingga memicu kesalahpahaman.

“Seharusnya Kades Kota Baru menolak dan menyarankan warga untuk berkoordinasi dengan kami. Namun dalam pertemuan kemarin, Kades Kota Baru sudah mengakui kekeliruan dan menyampaikan permintaan maaf,” ungkap A. Rifai seraya mengatakan bahwa segala aktivitas kini sudah dikembalikan ke Desa Tanding Marga.

Meski persoalan dinyatakan selesai, Pemerintah Desa Tanding Marga masih menunggu data akurat terkait lahan yang digarap dalam program cetak sawah.

Baca Juga  Pengedar Narkotika Diamankan Polisi, Barang Bukti Sabu 23,29 Gram Disita

“Karena saat pertemuan kemarin konsultan dan pihak pelaksana tidak hadir, data lahan yang digarap belum kami terima,” tambahnya.

Ia pun menegaskan, pihaknya tetap mendukung penuh program cetak sawah sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan.

Sebelumnya, Kepala Desa Kota Baru, Yusri Qolbi, saat dikonfirmasi media Kamis (19/2/2026), memastikan tidak ada unsur kesengajaan ataupun niat mengambil lahan desa lain. Kesalahpahaman terjadi akibat kurangnya koordinasi teknis di lapangan.

“Sudah dilakukan pertemuan kemarin. Hasilnya jelas, ini hanya miss komunikasi saja. Sudah kami jelaskan dan sampaikan maaf kepada Kades Tanding Marga dan pertemuan berjalan lancar,” jelasnya.

Qolbi juga menekankan bahwa kedua desa memiliki komitmen yang sama untuk mendukung program cetak sawah sebagai bagian dari agenda swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami sangat mendukung program cetak sawah ini. Tujuannya jelas untuk mendukung Swasembada Pangan,” ujarnya.

Sementara perwakilan Koramil Pendopo pun memastikan bahwa rapat telah menghasilkan kesepakatan bersama.

“Alhamdulillah sudah ada titik temu,” katanya singkat.

Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi terpengaruh isu simpang siur yang sempat berkembang. Program cetak sawah di Kecamatan Penukal Utara dipastikan tetap berjalan sesuai rencana.(Hera)

Komentar