MEDIAPAGI.CO.ID, OKI—Deretan kain songket dengan warna-warna hangat tergantung rapi di dalam ruangan. Anyaman purun khas Pedamaran tampil dalam bentuk tas modern, wadah dekoratif, hingga perlengkapan rumah tangga bernilai seni. Di sudut lain, gerabah khas Kayuagung dipajang sebagai hiasan elegan dengan sentuhan tradisional yang tetap terasa kuat.
Suasana itu kini dapat ditemui di Galeri Dekranasda dan Warung PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang resmi diluncurkan Ketua TP PKK Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dekranasda Sumsel, Hj. Feby Deru, di Jalan Merdeka, Kayuagung, Selasa (12/5).
Hadirnya galeri tersebut menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan wastra dan kriya khas OKI dalam tampilan yang lebih modern, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Ketua Dekranasda OKI, Ike Muchendi, mengatakan galeri ini dihadirkan sebagai wadah representatif bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk menampilkan karya terbaik mereka. Mulai dari produk fesyen, kriya kreatif, hingga kuliner khas daerah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi keluarga. Melalui galeri ini, kami ingin memberi ruang agar para perajin bisa terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas,” ujar Ike.
Ia menilai keberadaan galeri tidak sekadar menjadi tempat memajang produk, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya melalui karya-karya kreatif masyarakat.
Di dalam galeri, pengunjung dapat menemukan beragam produk unggulan khas OKI. Ada Batik Biduk Kajang Sehaluan dengan motif yang terinspirasi dari budaya sungai masyarakat setempat. Ada pula kain songket Bidak Cukit yang dikreasikan menjadi gaun dan produk fesyen modern.
Produk olahan purun khas Pedamaran juga menjadi salah satu daya tarik utama. Di tangan para perajin, tanaman rawa itu berubah menjadi tas, sandal, dompet, hingga dekorasi rumah dengan tampilan yang lebih kekinian.
Tidak hanya itu, gerabah khas Kayuagung tampil lebih artistik sebagai elemen dekorasi bernilai tinggi. Sementara kriya kayu berbentuk perahu kajang menghadirkan sentuhan budaya pesisir dan sungai yang lekat dengan kehidupan masyarakat OKI.
Produk-produk tersebut tidak hanya menawarkan fungsi, tetapi juga membawa cerita tentang budaya dan kehidupan masyarakat lokal. Karena itu, galeri ini diharapkan dapat menjadi tujuan bagi wisatawan maupun tamu dari luar daerah yang ingin membawa pulang cendera mata bernuansa khas OKI.
Keindahan hasil karya para perajin itu turut menarik perhatian Feby Deru. Ia tampak beberapa kali berhenti untuk mengamati detail anyaman dan produk fesyen yang dipamerkan.
“Semua produknya sangat menarik dan rapi. Ini membuktikan kreativitas masyarakat OKI luar biasa,” ujar Feby.
Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan para pengerajin yang turut dihadirkan. Eeby Deru ingin mengetahui proses produksi hingga tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.
“Dalam sehari bisa menghasilkan berapa anyaman, Bu? Hasilnya bagus-bagus sekali,” katanya sambil memberi semangat kepada para perajin.
Menurut Feby, produk UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang jika diiringi peningkatan desain, kualitas, dan akses pasar.
“Tugas kami membantu dari hulu hingga hilir. Desain harus semakin menarik, kualitas dijaga, dan pasar diperluas,” ujarnya.
Bupati OKI H. Muchendi menilai kehadiran Galeri Dekranasda menjadi langkah penting untuk mendekatkan produk UMKM dengan masyarakat. Dengan lokasi yang lebih representatif dan mudah dijangkau, masyarakat dapat mengenal produk lokal dalam suasana yang lebih akrab dan santai.
“Galeri ini bukan hanya tempat memamerkan produk, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Kita ingin produk lokal OKI semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Muchendi.
Keberadaan galeri Dekranasda OKI di ruang publik juga memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kekayaan kriya dan wastra OKI tanpa harus menunggu pameran atau agenda khusus.
Galeri ini diharapkan menjadi jendela kecil yang memperkenalkan wajah budaya OKI melalui karya-karya kreatif masyarakatnya hangat, dekat, dan penuh cerita lokal.(Indra S)














Komentar