Kasus Penganiayaan 2 Jurnalis di Palembang, Koalisi Pers Sumsel Dorong Kompolnas – DPRD Sumsel Ikut Kawal Kinerja Polda Sumsel

MEDIAPAGI.CO.ID, PALEMBANG – Koalisi Pers Sumsel terus mengawal perkembangan kasus penganiayaan dua jurnalis yang terjadi saat aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumsel, pada Selasa (13/10/2026) siang.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis yang dinilai lamban diproses oleh pihak kepolisian, membuat Koalisi Pers Sumsel terus bergerak untuk menyuarakan keadilan.

Salah satunya bertemu dan menyampaikan fakta yang terjadi di lapangan kepada Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid dan Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie.

Pada Senin (19/10/2026) siang, Koalisi Pers Sumsel berdiskusi dengan Komisioner Kompolnas di Mapolda Sumsel, untuk mendorong kasus penganiayaan dua jurnalis di Palembang agar lebih cepat diusut dan prosesnya dilakukan secara transparan.

Komisioner Kompolnas Dr. Supardi Hamid berkata, bukti digital yang sudah terkumpul akan memudahkan pengungkapan pelaku penganiayaan para korban, serta meminta pertanggungjawaban terhadap apa yang dialami oleh Mulyadi (jurnalis Paltv) dan Rahmad (jurnalis Tribun Sumsel).

“Kita berdoa saja mudah-mudahan ini tidak terlalu lama, peristiwa ini akan terungkap lebih terang benderang. Kapolda juga sudah berjanji bahwa ini akan diungkap secara komprehensif. Kami juga secara internal dengan Polda Sumsel, akan melakukan sejumlah langkah yang bersifat evaluatif terhadap peristiwa ini agar peristiwa serupa di kemudian hari tidak terulang dan terjadi menimpa siapapun,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan para insan pers sangat vital sebagai penyambung hak-hak masyarakat untuk mendapatkan informasi secara ril dan faktual. Namun hal tersebut akan terhambat, jika insan pers tidak berani bersuara atau merasa terintimidasi.

Dia juga merasa memahami kondisi yang dialami oleh para jurnalis dan meminta dukungannya, agar Kompolnas bisa terus bekerja, sehingga kasus penganiayaan dua jurnalis tersebut bisa ditangani oleh Polda Sumsel lebih serius.

Baca Juga  Naik Level, Pembangunan Statistik di OKI Berpredikat Baik

Dia berjanji akan mendorong Polda Sumsel untuk bisa mengungkapkan kepada publik, setiap tahapan yang sudah dilakukan dan setiap proses yang sudah dijalankan.

“Kami ingin memastikan itu, kenapa kami datang ke Palembang. Informasi yang sudah ada, akan jadi bahan kami untuk menuliskan rekomendasi dan menindaklanjuti apa-apa yang perlu dikerjakan dalam waktu tidak terlalu lama,” ungkapnya.

*Dukungan DPRD Sumsel*

Sementara itu, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie menilai, para insan pers memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi, karena penyampaian informasi kepada masyarakat adalah insan pers.

Dia berjanji pada hari Selasa (20/10/2926) besok, akan menemui Kapolda Sumsel secara langsung, untuk mendorong agar kasus penganiayaan jurnalis di Palembang ini bisa diusut tuntas dan transparan.

“Ini sangat disayangkan, terjadi pada media. Ini tidak wajar. Apalagi kawan media sudah sering kumpul di Polda Sumsel,” ungkapnya.

Koordinator Koalisi Pers Sumsel Ardhy Fitriansyah berharap, dengan pertemuan bersama Kompolnas dan Ketua DPRD Sumsel, pihak kepolisian dapat memberikan tindakan lebih tegas lagi kepada para pelaku.

“Karena semuanya sudah terang benderang. Kami rasa, pihak kepolisian tidak sulit untuk mengusut kasus ini, tidak seperti kasus korupsi. Ini kan sudah ada video dan fotonya. Semoga dari rekomendasi Kompolnas ini, Polda Sumsel dapat bekerja lebih tegas dan cepat lagi dalam menangkap pelaku,” ungkapnya. (SMSI)

Komentar