Rekrutmen Magang ke Jepang di OKI Dibuka, 169 Pendaftar Sudah Terdata

Mediapagi.co.id, KAYUAGUNG – Peluang masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang kembali terbuka. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten OKI akan melaksanakan rekrutmen peserta pemagangan ke Jepang pada 3 November 2026.

Kepala Disnakertrans Kabupaten OKI, Antonio Romadhon, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Fredy Harry Marthonis, mengatakan hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai 169 orang.

Menurut Antonio, jumlah tersebut masih akan terus bertambah. Pihaknya menargetkan sedikitnya 200 peserta untuk mengikuti tahapan seleksi yang nantinya dilakukan oleh pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama pihak IM Jepang.

“Target kita sebanyak mungkin, tetapi dari Kemnaker kita ditargetkan 200 peserta. Kalau sudah mencapai 200, nantinya langsung dilakukan seleksi,” ujar Antonio.

Ia menjelaskan, program pemagangan ke Jepang tersebut bukan kali pertama diikuti masyarakat OKI. Kabupaten OKI bahkan secara rutin mendapatkan kuota rekrutmen karena memiliki jumlah peminat yang cukup tinggi dibandingkan daerah lainnya.

“Tahun kemarin ada 207 orang yang mengikuti seleksi, tetapi yang lulus hanya 68 orang dan berangkat ke Jepang,” jelasnya.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat OKI menjadi salah satu pertimbangan sehingga daerah tersebut kembali mendapatkan kuota pemagangan ke Jepang pada tahun 2026.

Antonio menegaskan, proses seleksi dilakukan secara murni dan tidak dapat dititipkan kepada pihak mana pun. Peserta harus benar-benar memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk bisa lolos dan diberangkatkan.

“Seleksinya murni. Tidak bisa titip-titipan, karena memang peserta harus memenuhi kriteria yang ditentukan,” tegasnya.

Program tersebut juga menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat karena peserta akan mendapatkan pengalaman kerja sekaligus penghasilan selama menjalani pemagangan di Jepang. Bahkan, penghasilan yang diterima peserta disebut dapat mencapai sekitar Rp17 juta per bulan dan tidak dilakukan pemotongan dari gaji peserta.

Baca Juga  jembatan kayu hasil swadaya kini diganti dengan jembatan besi dibangun Oleh Pemkab OKI

Selain itu, peserta yang memiliki kinerja baik berpeluang mendapatkan perpanjangan kontrak. Umumnya kontrak pemagangan berlangsung selama tiga tahun dan dapat diperpanjang hingga dua tahun berikutnya sesuai kebutuhan serta penilaian perusahaan.

“Kalau selama tiga tahun kinerjanya bagus, ada yang diperpanjang dua tahun lagi oleh perusahaan Jepang,” katanya.

Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan sejumlah dukungan selama mengikuti program. Salah satunya berupa bantuan bagi keluarga yang ditinggalkan selama peserta menjalani pemagangan di Jepang.

Setelah menyelesaikan masa kontrak, peserta juga berpeluang mendapatkan bantuan modal usaha dari perusahaan apabila kontraknya tidak diperpanjang. Besaran modal tersebut dapat mencapai sekitar Rp.70 juta.

Karena proses seleksi cukup ketat, calon peserta harus mempersiapkan diri dengan baik. Selain kemampuan dan keterampilan sesuai bidang yang dibutuhkan, terdapat pula tahapan tes fisik yang cukup ketat.

“Tesnya ada tes fisik, hampir seperti tes TNI dan Polri. Jadi memang harus dipersiapkan,” ungkap Antonio.

Ia menambahkan, peserta yang memiliki keterampilan teknis dan sertifikat tertentu juga memiliki peluang lebih besar, salah satunya bidang otomotif dan perbengkelan.

Lulusan SMK yang memiliki pengalaman praktik kerja di perusahaan otomotif juga berpeluang ditempatkan sesuai bidang keahliannya. Bahkan, pengalaman magang di perusahaan berskala internasional seperti Toyota dapat menjadi nilai tambah bagi peserta.

“Kalau pernah magang di Toyota, bukan tidak mungkin nanti ditempatkan di perusahaan Toyota di Jepang. Kalau skalanya internasional, tentu peluang dan penghasilannya juga bisa lebih besar,” jelasnya.

Antonio berharap masyarakat OKI yang berminat memanfaatkan kesempatan tersebut dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, berdasarkan data pendaftar, minat terhadap program pemagangan ke Jepang tahun ini juga terlihat dari sejumlah wilayah di OKI, termasuk Kecamatan Lempuing dan wilayah lainnya.(Krisna)

Komentar