TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Mengubah Keterbatasan Menjadi Harapan

MEDIAPAGI.CO.ID, PALEMBANG – Dahulu, jalan itu hanya menjadi lintasan yang sulit dilalui. Saat hujan, tanah berubah menjadi becek. Kendaraan roda empat pun kesulitan menembusnya. Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar akses, tetapi jalur penting untuk bekerja, mengantar anak, membawa hasil usaha, hingga menjalani aktivitas sehari-hari. Jum’at (14/8/2026).

Kini, pemandangan itu berubah. Jalan sepanjang 750 meter yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang telah rampung. Akses yang sebelumnya terbatas kini menjadi jalan yang lebih layak dan dapat dilalui kendaraan roda empat.

Perubahan itu menjadi salah satu wajah keberhasilan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

Namun, TMMD bukan hanya tentang membangun jalan.

Di balik pembangunan infrastruktur, terdapat rumah-rumah warga yang sebelumnya membutuhkan perbaikan. Rumah yang menjadi tempat berlindung keluarga diperbaiki agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman dan nyaman.

Salah satunya adalah rumah warga penerima program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dinding, lantai, plafon hingga bagian rumah lainnya diperbaiki secara bertahap oleh personel Satgas bersama masyarakat.

Di tempat lain, persoalan air bersih juga menjadi perhatian.

Sumur-sumur bor dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi sumber harapan bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air.

Ketika TNI Datang Membawa Perubahan, Pelaksanaan TMMD ke-129 bukan pekerjaan satu pihak.

TNI hadir sebagai penggerak, pemerintah daerah memberikan dukungan, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan.

Gotong royong menjadi kekuatan utama.

Personel Satgas bekerja bersama warga. Keringat yang jatuh di lokasi pembangunan menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya dikerjakan untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat.

Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menyampaikan rasa syukur setelah seluruh sasaran yang dipercayakan kepada Satgas dapat diselesaikan tepat waktu.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dan sasaran TMMD ke-129 yang telah diberikan oleh Komando Atas dapat kami laksanakan dan diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.

Di balik pernyataan tersebut terdapat perjalanan panjang. Sejak program dimulai, Satgas tidak hanya mengejar target penyelesaian pembangunan, tetapi juga berusaha memastikan setiap sasaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

750 Meter yang Mengubah Aktivitas Warga

Jalan 750 meter menjadi gambaran paling nyata tentang perubahan tersebut.

Sebelum dibangun, akses jalan menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat. Setelah dikerjakan secara bertahap, jalan tersebut kini memberikan akses yang lebih baik.

Bagi sebagian orang, 750 meter mungkin hanya sebuah angka.Namun bagi warga yang setiap hari melewati jalan tersebut, angka itu berarti kemudahan. Bagi pedagang, berarti akses membawa barang menjadi lebih mudah. Bagi anak-anak, berarti perjalanan menuju sekolah menjadi lebih nyaman. Bagi warga yang membutuhkan kendaraan roda empat, berarti akses yang sebelumnya terbatas kini terbuka. Di sinilah pembangunan menemukan maknanya: ketika sebuah jalan tidak hanya menghubungkan satu tempat dengan tempat lain, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga  Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Percantik Pos Kamling, Perkuat Keamanan Lingkungan Warga

Rumah yang Diperbaiki, Harapan yang Dihidupkan, Program rehabilitasi RTLH memberikan cerita yang berbeda. Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berkumpul, tempat anak-anak tumbuh dan tempat seseorang merasa aman. Karena itu, ketika rumah yang sebelumnya kurang layak diperbaiki, yang berubah bukan hanya dinding atau lantainya. Yang berubah adalah rasa aman dan kenyamanan sebuah keluarga. Satgas TMMD bersama masyarakat mengerjakan berbagai tahapan rehabilitasi hingga rumah-rumah penerima manfaat dapat digunakan dengan kondisi yang lebih baik. Perubahan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan manusia juga dimulai dari tempat tinggal yang layak.

Air Bersih, Kebutuhan Dasar yang Menjadi Prioritas, Jika jalan membuka akses, maka air bersih menopang kehidupan. Melalui pembangunan sumur bor di sejumlah titik sasaran, TMMD ke-129 berupaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat terhadap sumber air.

Sumur bor di Mushola Hidayatullah, Kampung Kreatif Pelangi dan sejumlah lokasi lainnya menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.

Air yang mengalir bukan sekadar hasil pengeboran tanah. Bagi masyarakat, air adalah kehidupan. Dan ketika kebutuhan dasar itu mulai terpenuhi, pembangunan memiliki arti yang jauh lebih besar.

TMMD Berakhir, Pengabdian Tidak Berhenti, Pada Kamis, 13 Agustus 2026, rangkaian TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang resmi ditutup di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Talang Jambe.

Upacara penutupan dipimpin Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainuddin, S.E., M.M., dan dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga.

Bagi Dansatgas Kolonel Erik, keberhasilan TMMD merupakan hasil kerja bersama. “Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Kalimat tersebut menjadi penutup sekaligus pesan penting dari seluruh rangkaian TMMD ke-129. Sebab pembangunan tidak akan berarti apabila hanya selesai di atas kertas.

Jalan harus dirawat. Rumah harus dijaga. Sumur harus dipelihara. Fasilitas umum harus dimanfaatkan. Dan semangat gotong royong harus terus hidup. Dari Keterbatasan Menuju Harapan

TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang pada akhirnya bukan hanya cerita tentang berapa meter jalan yang dibangun, berapa rumah yang diperbaiki atau berapa sumur yang dibuat.

Lebih dari itu, TMMD adalah cerita tentang perubahan.

Dari jalan yang sulit dilalui menjadi akses yang lebih layak.

Dari rumah yang membutuhkan perbaikan menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman.

Dari keterbatasan air menjadi hadirnya sumber air bagi masyarakat.

Dari pekerjaan yang dilakukan TNI menjadi pembangunan yang dikerjakan bersama rakyat.

Dan dari sebuah program selama beberapa pekan, lahirlah manfaat yang diharapkan dapat dirasakan jauh lebih lama.

TMMD ke-129 boleh ditutup. Satgas boleh kembali. Namun jalan yang telah dibangun, rumah yang telah diperbaiki, air yang telah dihadirkan dan kebersamaan yang telah tumbuh akan tetap menjadi jejak pengabdian TNI bersama rakyat.

Karena sejatinya, membangun desa bukan hanya membangun apa yang terlihat. Tetapi membangun harapan di hati masyarakat bahwa mereka tidak berjalan sendiri. (Amru Mitra)

Komentar