oleh

Aktivis Lahat: “Kadin Pol PP Harus Tegas, Walau Pengusaha Walet Orang Kaya”

Red – Barab Dafri. FR

LAHAT SUMSEL, mediapagi.co.id – Terkait Pemberitan yang telah tayang di media ini sebanyak dua kali berjudul “Menggiurkan, Tak Berizin Harga Jual Usaha Walet Lahat Ratusan Juta PerKg” dan “Penegak Perda Tak Tegas, Gedung Walet Kota Lahat Tak Berizin Merajalela” membuat aktivis Lahat angkat bicara.

Elan Setiawan, sang aktivis yang kerap berorasi ketika unjuk rasa baik di Lahat maupun di Kota Palembang saat disambangi media ini, Minggu (5/4/2020) di kediamannya bilangan Muara Siban mengaku telah lama risih terhadap pengusaha nakal yang tak patuh dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lahat.

Akibat kenakalan oknum pengusaha walet itu, tambah Elan, warga yang bermukim sangat dekat dengan gedung usaha penangkaran walet ikut merasakan bisingnya suara kicuan burung walet dan bau tak sedap yang sering dicium dari celah lubang lubang sisi kiri dan kanan gedung sarang walet tersebut.

“Namun, untuk menindaklanjuti laporan warga sekitar gedung walet itu saya minta ketegasan Penegak Perda yakni Kepala Dinas Polisi Pamong Praja, walau oknum pengusaha walet tak berizin itu orang kaya. Karena biasanya mereka berduit itu bisa berusaha apapun demi kelancaran bisnisnya,” tegas Elan.

Selain itu, informasi yang dihimpun Elan dari dinas terkait penangkaran walet tak berizin ini sudah bekerja secara maksimal. Dicontohkannya seperti pihak Dinas Perizinan telah memberikan laporan yang menyatakan gedung tinggi itu telah menyalahgunakan Izin Mendirikan Bangunan dan tak berizin Usaha Walet.

“Artinya saat ini, saya benar benar menunggu ketegasan Penegak Perda. Apakah mampu atau tidak guna menindak para oknum pengusaha sarang walet yang tak miliki izin usaha. Kalau nantinya tidak mampu, saya akan minta dengan DPRD Lahat untuk hapus atau cabut Perda yang mengatur Izin Usaha Penangkaran Burung Walet,” pungkas Elan.

Sementara, seperti yang diberitakan media ini kemarin, Kepala Dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran Lahat, Fauzan Khoiri Denin AP MM saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Kamis 2 April 2020 pukul 11.18 Wib ke pribadinya terkait dengan tanggapan permehati masyarakat tersebut, dirinya mengaku akan berkoordinasi dengan dinas terkait perizinan walet.

Ketika diberikan informasi bahwa Dinas Perizinan Lahat telah menyatakan bahwa pengusaha walet tak berizin telah diberi peringatan dan surat peringatan tersebut telah ditembuskan ke Dinas Pol PP dan Damkar, Fauzan memberikan jawaban sembari ada huruf hhhhh diujung jawaban yang berbunyi “Ao dek. Sdh jadi to. Tapi smtr fokus corona kudai. hhhhh”.***

Bagikan

Komentar