oleh

Demo Batubara, Yunani Inginkan Perusahaan Buat Jalan Sendiri

Jurnalis Feriand – Red Barab Dafri FR

LAHAT SUMSEL, mediapagi.co.id – Keresahan warga Desa Prabumenang Kecamatan Merapi Timur, membuat anggota DPRD Lahat Dapil II Merapi Area, Yunani angkat bicara.

Saat ditemui media ini, Yunani mengaskan dengan protes atas keresahan warga yang sangat wajar, mengingat debu yang ditimbulkan akibat angkutan tambang sudah sangat menganggu warga.

“Hal ini wajar karena sepanjang angkutan batu bara yang melintas di desa Prabumenang masyarakat hanya menikmati debunya,” jelas Yunani, Selasa (8/9/2020).

Yunani sendiri meminta agar pihak transportir perusahaan dapat memenuhi tuntutan masyarakat. Tak hanya itu, dirinya berharap agar ada jalan khusus untuk angkutan tambang sehingga tidak menganggu kepentingan umum.

Sementara Bupati Lahat, Cik Ujang, SH menegaskan terkait aksi protes warga Desa Prabumenang, meminta agar pihak perusahaan tambang memperhatikan lingkungan. Terlebih saat ini musim kemarau.

“Kita minta pihak perusahaan kalau banyak debu di siram, kendaraan yang melintas diperhatikan dan jika ada CSR agar direalisasikan,” sampai Cik Ujang seraya persoalan warga tersebut tidak ditunggangi pihak ketiga yang memanfaatkan situasi dan ada kepentingan pribadi.

Perlu diketahui, ratusan warga Prabu Menang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Senin (7/9/2020) kemarin turun ke jalan. Ratusan warga ini menggelar demo lantaran kesal dengan debu yang diduga ditimbulkan akibat angkutan batubara dan galian C.

” Persoalan ini sebenarnya sudah empat bulan lalu disuarakan namun tamaknyabtak digubris oleh perusahaan. Makanya malam ini ratusan warga turun dan sempat menyetop kendaraan angkutan batubara,” ujar salah satu warga Prabu Menang, yang minta namanya tak disebut.

Dikatakannya, dampak debu angkutan baik batubara maupun galian C sudah sangat menganggu warga. Mulai dari polusi, rumah warga menjadi berdebu. Untuk itu, warga meminta agar pihak perusahaan jangan semena mena dan warga akan terus menggelar aksi jika tuntutam tidak diindahkan. Dan warga meminta pemerintah bisa menindak perusahaan.

“Demo dilakukan di jalan desa dan kantor desa,” ujarnya.

Sementara, Kades Prabu Menang, Satiun Sulistian membenarkan warganya menggelar aksi demo terkait debu yang timbul akibat angkutan tambang.

“Hari Rabu akan kita undang semua perusahaan yang melintasi jalan desa,” kata Satiun.***

Bagikan

Komentar