oleh

Headline Media Terbesar Negara Eropa Tampilkan Foto dan Berita Wawancara Siswi SMAN 4 Unggul Lahat

Jurnalis: Barab Dafri. FR

LAHAT SUMSEL, mediapagi.co.id – Pelajar SMAN 4 Unggul Lahat Shangrylla Putri Aisyah yang sedang menimba ilmu dalam pertukaran pelajar di Negara Republik Ceko menjadi Headline di salah satu media terbesar negara Benua Eropa tersebut.

Hal itu dijelaskan Kepala SMAN 4 Unggul Lahat, Baslini. SPd MPd saat ditemui media ini di ruang kerjanya. Kamis (13/2/2020).

Dibeberkan Baslini berikut petikan penjelasan siswi yang akrab disapa Lalak itu kepada dirinya dan hasil wawancara menggunakan Bahasa Republik Ceko menghiasi buletin tersebut.

Lalak mengatakan bahwa majalah yang mewawancarainya merupakan terbitan European Union dalam rangka penerbitan majalah kedua The Blue.

“Menjadi narasumber dari berita dan majalah internasional adalah salah satu dari banyak hal yang diinginkan banyak orang. Pada bulan Desember 2019 lalu saya dihubungi oleh jurnalis salah satu majalah remaja di Republik Ceko untuk menjadi narasumber utama untuk edisi selanjutnya. Nama majalah tersebut adalah The Blue dimana majalah ini disponsori oleh Uni Eropa atau yang sering dikenal EU. Bisa dibilang majalah ini populer di eropa,” terang Lalak.

Kemudian Lalak sedikit bercerita, bahwa Jurnalis yang mewawancarainya adalah guru pelajaran hukum di kelasnya. Guru tersebut berkata bahwa akan sangat menarik sekali jika Lalak bersedia untuk menjadi narasumber majalah tersebut. Tanpa pikir panjang, Lalak menerima tawaran tersebut dan bersedia untuk menjadi narasumber majalah tersebut.

“Beliau mewawancarai saya lewat e-mail pada saat itu dikarenakan sedang liburan natal. Saya pun mendapatkan sekitar 15 lebih pertanyaan dan saya pun sedikit kaget karena setiap jawaban dari setiap pertanyaan haruslah dijawab dengan sebuah penjelasan. Setelah satu minggu, akhirnya saya pun mengirimkan jawaban saya kepada jurnalis tersebut. Ternyata belum selesai, ia pun menghampiri saya dan mencecar banyak pertanyaan lagi kepada saya.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan didominasi tentang Indonesia. Rasa bangga kembali menyemai dalam diri saya. Siapa yang tidak bangga, mampu mempromosikan Indonesia di kancah internasional dengan diri sendiri menjadi narasumbernya,” jelas Lalak lagi.

Pada satu bulan kemudian, Lalak dihampiri oleh semua tim jurnalis. Mereka berkeinginan untuk mengambil fotonya demi kepentingan majalah tersebut. Lalak tidak menyangka saat melihat peralatan para Jurnalis yang sangatlah mendukung.

“Saya pun terkejut ketika sesi pemotretan. Biasanya di Indonesia hanya menggunakan kamera biasa dengan menggunakan skill seadanya. Tapi disini tidak. Mereka memakai kamera super canggih dengan lensanya yang super mahal. Kami pun bercakap-cakap dan mereka sangat antusias untuk menerbitkan edisi majalah yang terbaru ini.

Satu minggu kemudian, kelasku dihebohkan dengan majalah tersebut. Mereka senang karena salah satu dari teman mereka menjadi narasumber dari majalah tersebut. Mereka bilang menjadi salah satu ikon majalah ini tidaklah mudah karena majalah ini sangatlah berkualitas. Pada awalnya aku malu, aku takut jika teman-teman malah membercandai majalah itu.

Nyatanya, lanjut Lalak lebih jauh, mereka sangat bergembira dan antusias membacanya. Aku pun mendapatkan majalah tersebut. Saat kubaca judulnya, aku pun langsung tertawa, “Indonéská škola je hodně striktní” yang artinya sekolah di indonesia sangatlah ‘Strict’,” pungkas Lalak. ***

Bagikan

Komentar