oleh

Warga Kesal, Perlintasan Merapi Selatan Diportal

Jurnalis: Andika Eyek
Red – Barab Dafri. FR

LAHAT SUMSEL, mediapagi.co.id – Lantaran pihak PT Lahat Pulau Pinang Bara Jaya (LPPBJ) belum kunjung menepati kesepakatan, akhirnya puluhan warga Desa Lubuk Betung, Kecamatan Merapi Selatan kesal, kemarin memortal jalan desa yang dilintasi oleh perusahaan batubara tersebut.

Informasi dihimpun, Kades Lubuk Betung Warsan melalui Ketua BPD Dipta Erdi membenarkan pemortalan jalan setapak yang berstatus tanah adat dilakukan dirinya bersama puluhan warga lain.

“Isi kesepakatannya pihak perusahaan akan memberikan konfensasi untuk jalan setapak Rp 10 juta, dengan batas waktu yang tidak ditentukan. Kami sudah berupaya meninjau ulang kesepakatan, namun tidak ada tanggapan dari perusahaan,” terang Dipta Erdi. Sabtu (2/5/2020)

Dipta Erdi membeberkan, sebelumnya 21 April lalu pihak desa sudah melayangkan surat ke perusahaan, untuk meninjau ulang kesepakatan yang dibuat pada 10 Oktober 2019 lalu. Namun rupanya pihak perusahaan memberikan surat balasan berisi, enggan merubah kesepakatan tanpa ada batasan waktu.

“Kalau tanpa ada batasan waktu, 20 tahun mereka menambang, bisa saja sampai 20 tahun kedepan belum direalisasikan. Untuk pemortalan ini juga belum ada tanggapan dari perusahaan. Jadi akan dilakukan sampai batas waktu tidak ditentukan juga,” ucapnya.***

Bagikan

Komentar