oleh

Tahap 1, Tiga Desa di Lahat Belum Cairkan DD

Jurnalis: Andika Eyek
Red: Barab Dafri

Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa, Yanuar Ardiansyah SE MAP

LAHAT SUMSEL, mediapagi.co.id – Desa dalam Kabupaten Lahat sebagian besar telah mencairkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), terutama bagi masyarakat desa yang terdampak Covid – 19 dan benar- benar membutuhkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lahat, Ekman Mulyadi SSos saat ditemui media ini melalui Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa, Yanuar Ardiansyah SE MAP di ruang kerjanya. Senin (8/6/2020).

Sekitar, sambung Yanuar, 80 hingga 90 persen desa mulai melakukan pencairan BLT DD. Namun ada belasan desa pada tahap dua nanti mulai mencairkan dan meskipun tidak mencairkan dana tersebut, mereka melakukan padat karya tunai sebab hal itu juga bisa dilakukan.

“Tidak masalah kalau baru tahap kedua melakukan BLT DD, karena sebelumnya melakukan padat karya tunai. Ditambahkan lagi belum ada Juklak dan Juknis terkait BLT DD namun beberapa desa sudah mencairkan DD tahap 1,” jelasnya.

Sementara, terangnya, untuk desa yang belum mencairkan DD tahap 1, tersisa tiga desa. Diantaranya Desa Lesung Batu Kecamatan Pagar Gunung, Desa Air Puar Kecamatan Mulak Ulu dan Desa Tanjung Kurung Ilir Kecamatan Tanjung Tebat.

Terpisah, Inspektur Inspektorat Pemkab Lahat Yunisa Rahman menegaskan agar desa mengikuti tahapan- tahapan dalam melakukan pencairan BLT DD. Hal ini agar tidak ada permasalahan kedepannya. Yakni melibatkan relawan Covid-19 guna melakukan pendataan, lalu melakukan musyawarah desa.

“Tujuannya agar masyarakat paham dan mengerti sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di desa terkait BLT DD,” tegas Yunisa.

Sebelumnya, Kades Perigi, Budi Indra Irawan, mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 berdampak bagi seluruh elemen masyarakat. Baik di kota maupun di desa dan seluruh tingkatan ekonomi masyarakat.

Adanya DD, lanjut Budi, saat ini cukup membantu masyarakat. Seperti program BLT DD dan juga program padat karya tunai juga salah satu alternatif membantu masyarakat.

“Padat karya tunai merupakan salah satu arahan pemerintah dalam pengerjaaan proyek fisik di Desa. Padat karya tunai juga dirasa baik,” terangnya.

Dikatakan Budi, bahwa dalam pembangunan tembok penahan tanah dan jembatan di Desa Perigi Kecamatan Pulau Pinang Lahat.

Pihaknya menggunakan pola padat karya tunai yang dikerjakan secara swakelola sesuai petunjuk teknis untuk memenuhi perputaran uang di desa dan memenuhi kebutuhan warga yang terdampak pada virus covid 19.

“Sekitar 30 orang lebih terlibat dalam pembangunan tersebut. Untuk gaji pekerja dibayar dua hari sekali sesuai kesepakatan bersama dan untuk BLT DD rencanannya akan dilakukan pada pencairan BLT DD tahap II,” beber Budi.***

Bagikan

Komentar